Minggu, 27 Mei 2018

5 Poin Plus 4 untuk Menjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Gambar terkait

sepatu safety - Setiap pekerjaan tentu memerlukan alat manfaat memudahkan sistem pelaksanaanya. Bagaimana anda dapat bekerja dengan baik bila tidak kuasai alat? Pekerja professional sekali pun tentu sangat memerhatikan problem kesehatan dan keselamatan kerja. Standard Operasional Prosedur (SOP) jadi referensi pokok untuk menghindari diri dari kecelakaan ditempat kerja.

Pengertian Kesehatan dan Keselamatan kerja sendiri yaitu :

Wikipedia :

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yaitu bagian yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi ataupun lokasi project. Maksud K3 yaitu untuk pelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga membuat perlindungan rekanan kerja, keluarga pekerja, customer, dan orang yang lain yang mungkin dipengaruhi keadaan lingkungan kerja.

OHSAS 18001 : 2007 :

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu semua keadaan dan aspek yang bisa beresiko pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja ataupun orang yang lain (kontraktor, penyuplai, pengunjung dan tamu) ditempat kerja.

Ada pepatah kecil menyebutkan,

" Kekeliruan fatal berawal dari kecerobohan yang diulang "

Umumnya industri menuntut karyawanya untuk melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja tinggi. Diluar itu perolehan tujuan waktu (dead line) juga memberi sedikit desakan untuk bekerja ekstra. Hal semacam ini dapat tingkatkan persentase kelalaian dalam merampungkan pekerjaan dan menurunya tingkat keselamatan kerja.

Memprioritaskan keselamatan kerja jadi hal yang harus dilakukan oleh beberapa pekerja dalam melakukan tugasnya. Banyak yang berasumsi kalau keselamatan kerja hanya di peruntukan untuk pekerja lapangan yang berhubungan dengan alat-alat berat kontruksi. Namun pegawai kantor pun yang keseharianya duduk dimuka meja computer harus juga memprioritaskan keselamatan kerja.

Jadi contoh dalam menjalankan computer jarak mata dan layar monitor minimum 30 cm, alasanya karena layar monitor memiliki radiasi yang kurang baik untuk kesehatan mata. Namun ketentuan simpel itu faktaya sering dilanggar, dan mengakibatkan setelah demikian lama mata jadi minus dan kemampuan pun jadi alami penurunan.

Dalam keadaan sesuai sama itu, suatu ketika anda di beri pekerjaan oleh atasan untuk buat dokumen administrasi. Tanpa ada diakui anda salah memasukan angka, katakanlah hanya kurang satu digit 'Nol' saja. Apa yang juga akan terjadi? Sekali 2 x mungkin atasan dapat menyadari dan berikan teguran enteng, namun bila berkali-kali? bukanlah teguran sekali lagi yang didapat, bebrapa dapat anda segera di beri 'uang pesangon' dan di beri tahu " alangkah sebaiknya bila besok tak perlu pergi ", fatal kan?

Contoh beda yaitu ada ketentuan untuk beberapa pekerja konstruksi gedung pencakar langit dilarang tidur sampai larut malam sampai tengah malam. Dapat anda pikirkan kan, bagaimana kemungkinan nya? bukanlah hal tidak mungkin terjun bebas dari lantai 20 karena tertidur saat bekerja. Karenanya dalam bekerja janganlah asal melakukan tindakan! Utamakan keselamatan kerja dengan mematuhi ketentuan sekecil apa pun.

" Keselamatan harus jadi prioritas nomor 1 dalam pekerjaan apapun "
(John Chesterfield)

Berikut ini yaitu 5 point untuk menanggung kesehatan dan keselamatan kerja berkaitan dengan perlengkapan yang berisiko tinggi :

1. Janganlah memakai alat bila belum juga tahu cara kerjanya

Baca buku panduan atau panduan pengoperasian yang ada. Janganlah sesekali menjalankan perlengkapan kerja yang belum juga kamu kenali seluk beluknya.

2. Tanyakanlah pada teknisi senior

Lebih baik ajukan pertanyaan dari pada berlaku sok tahu, karena juga akan menyebabkan jelek untuk sendiri atau alat yang dipakai. Tanyakanlah juga cara perawatanya agar senantiasa dalam keadaan sempurna dan senantiasa siap dipakai untuk produksi.

3. Ikuti pelatihan atau pelatihan

Sebelumnya ditugaskan jadi operator alat produksi biasanya perusahaan membuat kursus mengenai cara pemakaian dan pemeliharaanya.

4. Mematuhi ketentuan jam operasional

Terlalu memaksa diri dan alat untuk bekerja lebih dari ketetapan juga akan sangat beresiko. Mungkin kamu yang celaka atau mesin yang rusak karena overheat dan beda sebagainya. Karenanya janganlah lakukan tidak mematuhi ketentuan jam istirahat atau pengoperasian.

5. Melapor bila diketemukan tanda-tanda rusaknya

Pihak perusahaan bertanggungjawab dengan keadaan semua perlengkapan kerja. Janganlah sungkan memberikan laporan kejanggalan yang terjadi pada kemampuan alat atau bila perlu minta ubah dengan perlengkapan yang baru.

Tambahan

Sedikit penambahan tentang K3, di negara maju seperti Jepang, kedisiplinan pada ketentuan sangat diprioritaskan. Mulai teratur berlalu lintas, waktu jam kerja, sampai tata letak bangunan dan instalasi listrik/gas semua ditata. Pikirkan bila di negara kita semua warganya ingin teratur menaati ketentuan, pastinya akan sangat nyaman dan tak ada yang namanya jalanan macet, kebakaran karena konsleting listrik, dan beda sebagainya.

Perusahaan bertanggungjawab penuh atas keselamatan kerja beberapa pekerja. Karenanya janganlah sangsi untuk menayakan jaminan keselamatan kerja ketika ditugaskan dilapangan. Check sarana penunjang yang disiapkan, jangan pernah kamu melakukan tindakan tanpa ada mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan dalam bekerja.

Memang benar anda digaji jadi balas layanan atas usaha yang sudah dilakukan, tapi yang namanya safety harus di nomor satukan. Tips simpel bila anda di beri tawaran oleh perusahaan untuk bekerja pada tempat berisiko tinggi yaitu :

1. Mintalah info mengenai kondisi sekitar tempat kamu bekerja

Apakah anda di letakkan pada lingkungan yang tengah bermasalah atau tidak, contoh didaerah sengketa lahan, atau tempat yang jauh dari masyarakat, dan lain-lain. Pikirkan benar aspek ini sebelumnya anda terima tawaran kerja itu. Bila anda dapat dan ingin melakukannya, terimalah tawaran itu.

2. Sarana apa sajakah yang disiapkan Perusahaan di tempat kerja

Tempat tinggal, akses transportasi, dan jaringan komunikasi yaitu beberapa contoh sarana yang perlu ada. Bila perusahaan tidak sediakan fasilitas atau sarana seperti yang (minimum) anda perlukan lebih baik janganlah terima tawaran kerja itu.

3. Lama kontrak kerja dan upah yang ditawarkan

Anda harus tahu benar berapakah lama kontrak kerja yang di setujui dan upah yang juga akan di terima. Pertimbangkan dengan jeli berapakah upah yang di tawarkan dengan tingkat resiko bahaya yang juga akan dihadapi, dan apa atau berapakah yang juga akan kau terima setelah masa kontrak habis.

4. Jaminan/asuransi kesehatan bila suatu saat terjadi kecelakaan kerja

Alasan paling akhir ini tidak bisa tidak di perhatikan, harus ada kebijakan dari perusahaan untuk menanggung setiap pekerjanya selamat, aman dan nyaman dalam bekerja. Satu diantaranya dengan memberi jaminan/asuransi kesehatan. Bila dalam kontrak tidak tercantum, cobalah anda tanyakanlah pada pihak yang berkaitan namun bila memang sungguh-sungguh perusahaan tidak memberi jaminan lebih baik tidak terima tawaran itu.

Kesimpulan

Kekeliruan karena Human Error seringkali terjadi karena minimnya pemahaman dalam pengoperasian atau menurunya konsentrasi karena kelelahan dan dalam keadaan desakan. Sebaiknya tidaklah terlalu memaksa diri dalam bekerja, namun keharusan/tuntutan pekerjaan harus juga dilakukan. Jadilah seseorang pekerja yang professional dalam menggerakkan pekerjaan pekerjaan dengan menyimak beberapa hal kecil, karena nanti dapat memiliki efek yang besar.

5 point plus 4 di atas hanya beberapa kecil dari rujukan untuk mencari kerja. Masih tetap banyak hal yang perlu di perhatikan dalam mencari kerja. Namun dalam kajian kesempatan ini pesan yang ingin saya berikan yaitu " Ingat, kesehatan dan keselamatan kerja ada ditangan anda sendiri. Good luck! "

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar